 |
| Picture : Mac Automation by Cory Bohon |
Perkembangan Teknologi Otomasi
1. Otomasi Detroit
Istilah otomasi (automation)
pertama kali digunakan oleh Mgr. Fords di Detroit, menggantikan kata otomatis (automatic).
Otomasi Detroit digunakan untuk menjelaskan: Alat mekanis untuk handling
diantara mesin perkakas sehingga menjadi suatu lintas produksi yang kontinu. 2. Karakteristik dari otomasi Detroit
:
a.
Mekanisme tanpa bantuan operator
b.
Alat transfer
c.
Operasi permesinan dilakukan
secara sekuensial
d.
Benda kerja bergerak dengan
sendirinya
e.
Utilisasi yang tinggi
f.
Special purpose (pembentukan blok
mesin)
3.
Teknologi yang digunakan:
a.
Pneumatik
b.
Elektrik
c.
Komputer
Pengertian otomasi
1. Teknologi yang memanfaatkan
aplikasi mekanik, elektronik dan sistem komputer untuk mengoperasikan dan
mengendalikan operasi
2. Permasalahan (utama) yang ingin
diselesaikan menggunakan otomasi:
a.
Tenaga kerja: Kelangkaan tenaga
kerja yang ahli / trampil dan jumlah tenaga kerja yang tinggi
b.
Daya beli
Sistem Otomasi
Jenis
sistem otomasi dapat dikelompokkan menjadi:
1.
Numerical Controlled Machine Tools (NC,
CNC)
2.
Programmable Controller (PC
/ PLC)
3.
Automatic Storage and Retrieval
System (AS/RS)
4.
Robotics
5.
Flexible Manufacturing Systems (FMS)
Mekanisasi VS Otomasi
•
Mekanisasi: usaha untuk membantu manusia dari usaha
fisik
•
Otomasi: usaha untuk membantu manusia dari usaha
mental
Desain untuk Otomasi
•
Desain produk harus memungkinkan untuk diproduksi dan dirakit
•
Komponen/produk memungkinkan untuk: diubah orientasi, reposisi, ataupun
dirakit.
•
Ketidaktelitian dalam memperhatikan hal di atas akan membuat otomasi sulit
diterapkan
Alasan perlunya otomasi
- Meningkatkan produktivitas: Keluaran
produksi per jam yang lebih tinggi dapat dicapai dengan otomasi, dibandingkan
dengan operasi manual
- Ongkos tenaga kerja yang tinggi: Upah
buruh selalu meningkat. Oleh karena itu, investasi tinggi dari teknologi
otomasi telah dapat dibenarkan secara ekonomi untuk menggantikan
operasi-operasi manual, kekurangan tenanga kerja, kecenderungan di negara maju
yang mengimpor tenaga kerja
- Meningkatkan jumlah tenaga kerja
yang berminat ke sektor jasa: Adanya
pandangan generasi saat ini tentang pekerjaan pabrik yang kasar, membosankan
dan kotor
- Keselamatan kerja: Otomasi
mengubah fungsi operator dari peranan yang menuntut partisipasi aktif ke suatu
peran pengawasan (supervisory)
- Ongkos bahan baku yang tinggi: Tingginya
harga bahan mentah menuntut semakin tingginya efisiensi penggunaan bahan mentah
tersebut. Mengurangi kegagalan produk adalah salah satu keuntungan otomasi.
- Meningkatkan kualitas: Selain
meningkatkan kecepatan produksi, otomasi juga meningkatkan konsistensi dan
kesesuaian terhadap spesifikasi kualitas produk
- Mengurangi “manufacturing lead
time”: Otomasi mengurangi waktu antara customer-order dan delivery-product.
- Mengurangi “in-process
inventory”: Otomasi mengurangi waktu yang dihabiskan sebuah benda
kerja/produk di dalam pabrik
- Bila tidak dilakukan otomasi,
ongkosnya tinggi: Keuntungan penerapan otomasi seringkali muncul dengan cara
yang tidak dapat dihitung atau terduga, seperti misalnya meningkatnya kualitas
produk, meningkatkan penjualan dan menciptakan image perusahaan yang lebih
baik.
- Pekerjaan tenaga manusia menjadi
turun derajatnya. Otomasi memindahkan ketrampilan yang diperlukan pada suatu
pekerjaan dari manusia/operator ke mesin
-
Akan terjadinya penurunan jumlah
kebutuhan tenaga kerja yang dapat menimbulkan pengangguran
- Otomasi dapat menurunkan kemampuan
daya beli masyarakat, yang disebabkan karena menurunnya kemampuan ekonomi
masyarakat akibat meningkatnya jumlah pengangguran
- Otomasi adalah kunci untuk
menurunkan jumlah hari kerja (per minggu)
- Otomasi memberikan lingkungan
kerja yang lebih aman bagi para pekerja
- Sistem produksi terotomasi
menghasilkan produk yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah
-
Pertumbuhan industri otomasi akan meningkatkan
kesempatan kerja
- Otomasi adalah salah satu cara
untuk meningkatkan standar hidup manusia.